11 Januari 2012

pohon cabai

pohon cabai punya retno that helpful so much
pohon cabai di atas adalah milik retno pemirsah. retno menanam benih cabai di pot bekas kaleng biscuit lemonia demi satu mata kuliah yang saya nggak tahu apa namanya. maklum, anak bahasa susah menghafal istilah geografi. hari demi hari ia siram gundukan tanah itu hingga muncullah tunas kecil yang lemah, makin hari makin besar, kuat, berbunga dan akhirnya berbuah.
so sweet kan?? :*


pernah suatu hari, tepatnya dua hari yang lalu, sesuatu hal fatal terjadi pada pohon cabai itu. sekelompok alien kecil (read: anaknya ibu kos dan teman-temannya) main semprot-semprotan di balkon kos kami. unfortunately, pohon cabai itu menjadi salah satu objeknya. dari hasil nguping saya, mereka menggunakan air garam yang di masukkan ke dalam botol bekas kispray kemudian menyemprotkannya tanpa rasa berdosa ke permukaan buah cabai. kaget setengah marah saya buru-buru teriak memanggil nama retno dan menyuruhnya memnidahkan cabainya, namun retno ngeyel, ia ngeyel tak bergerak dari kamarnya. hari-hari setelahnya, buah cabai itu membusuk dan kempot. ya iyalah, kena air garam gi tu lhoh, meskipun saya anak bahasa inggris saya nggak tahu kalau garam bikin busuk sayuran hahahha, saya tahunya dari tetua citra dan tetua anis. akhirnya, retno hanya pasrah meratapi cabainya yang kian mengenaskan.
beginilah hasilnya pemirsah..
sesuatuu banget dahh

namun pemirsah, semengenaskannya pohon cabai itu ternyata masih ada gunanya. di suatu siang, teman saya upay menggunakan pohon cabai beserta potnya untuk media berfoto. hasilnya?? jangan ditanya, lumayanlah. hahaha bisa dilihat di postingan most wanted fotografer

0 komentar:

Poskan Komentar